Odang Kusmana: PROBO Siap Jadi Garda Terdepan Kawal Program Pemerintah dan Tangkal Hoaks
- account_circle Muhammad Rizky
- calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
- visibility 20
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Ketua Umum PROBO, Odang Kusmana, S.Kom., S.H.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KOTA BANDUNG — Relawan Pro Prabowo (PROBO) menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi pendukung pemerintah, tetapi turut mengambil peran aktif dalam mengawal program-program pembangunan sekaligus ikut menangkal penyebaran informasi bohong atau hoaks di ruang publik.
Wakil Ketua Umum PROBO, Odang Kusmana, S.Kom., S.H., mengatakan derasnya arus informasi di media sosial membuat masyarakat harus semakin kritis dalam menyikapi berbagai isu, terutama narasi yang berkembang terkait Presiden Prabowo Subianto dan pemerintahannya.
Menurut Odang, masyarakat tidak boleh mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Perbedaan pandangan politik, kata dia, merupakan sesuatu yang wajar dalam demokrasi, tetapi harus tetap disampaikan secara bertanggung jawab.
“Kami siap menjadi garda terdepan dalam mengawal program pemerintah yang berpihak kepada kepentingan masyarakat. Kami juga akan ikut berperan menangkal hoaks dan informasi yang menyesatkan dengan mengedepankan data, fakta, serta komunikasi yang santun,” ujar Odang Kusmana, Minggu (16/8/2026).
Bukan Sekadar Kawal Figur
Odang menegaskan bahwa keberadaan PROBO bukan semata-mata untuk membela atau mengawal figur Presiden Prabowo Subianto secara personal. Fokus utama yang ingin dikawal adalah program pemerintah yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Ia mengatakan, setiap kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat patut mendapatkan dukungan. Sebaliknya, apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kebijakan, kritik tetap diperlukan sebagai bagian dari kontrol publik.
“Yang kami kawal bukan sekadar figur, tetapi program dan kepentingan masyarakat. Jika ada kebijakan yang baik, tentu harus kita dukung. Jika ada kekurangan, kita sampaikan kritik dan masukan secara objektif dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan posisi PROBO di tengah semakin tajamnya perdebatan publik mengenai kebijakan pemerintah. Bagi PROBO, kritik dan perbedaan pendapat tidak perlu dipertentangkan selama disampaikan berdasarkan fakta dan tidak berubah menjadi fitnah maupun provokasi.
Kritik Boleh, Hoaks Jangan
Odang mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat merupakan bagian penting dari demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
Menurutnya, penyebaran informasi yang belum terverifikasi berpotensi memperkeruh suasana, menciptakan kesalahpahaman, bahkan memecah persatuan masyarakat.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak menjadi bagian dari rantai penyebaran hoaks hanya karena ingin menjadi yang pertama membagikan sebuah informasi.
“Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya langsung dipercaya dan disebarkan. Masyarakat harus membiasakan diri mengecek sumber, melihat fakta, dan tidak mudah terprovokasi,” katanya.
PROBO Ajak Masyarakat Jaga Ruang Publik
Lebih jauh, PROBO mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan ruang publik yang sehat dan kondusif.
Odang menilai pembangunan nasional membutuhkan stabilitas sosial dan partisipasi masyarakat. Karena itu, kritik terhadap pemerintah seharusnya diarahkan untuk memperbaiki kebijakan, bukan memperkeruh keadaan melalui informasi palsu.
Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya komunikasi politik yang santun di tengah perbedaan pilihan dan pandangan.
“Demokrasi memberikan ruang untuk berbeda pendapat. Tetapi perbedaan jangan sampai membuat kita kehilangan akal sehat dan persatuan. Mari kita kawal pembangunan dengan data, kritik dengan fakta, dan berkomunikasi dengan cara yang santun,” pungkas Odang.
Dengan sikap tersebut, PROBO menyatakan siap memperkuat perannya sebagai salah satu elemen masyarakat yang mengawal program pemerintah sekaligus mendorong masyarakat agar lebih cerdas dan bertanggung jawab dalam menghadapi derasnya arus informasi digital.
- Penulis: Muhammad Rizky

Saat ini belum ada komentar