Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Halo Bandung » Ribuan Warga Padati Dzikir Bersama di Kediaman Ketua TP Sriwijaya Kabupaten Bandung

Ribuan Warga Padati Dzikir Bersama di Kediaman Ketua TP Sriwijaya Kabupaten Bandung

  • account_circle Ibrahim Karim
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG — Ribuan masyarakat memadati kediaman H. Mulyadi dan Hj. Rumiyati, Ketua TP Sriwijaya Kabupaten Bandung, dalam kegiatan Dzikir Bersama yang digelar pada Sabtu (5/9).

Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri sejumlah ulama dan tokoh agama, di antaranya KH Rahmat Mubarok atau Abah Kabayan Al Mubarok dari Kota Bekasi, KH Ibnu Arhoillah Yusup selaku Ketua Yayasan Ponpes Baitul Arqom Al Islami, K. Baban Sobana, serta Habib Umar Assegaf.

Turut hadir Camat Majalaya beserta jajaran, pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Bandung, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai wilayah di Kabupaten Bandung.

H. Mulyadi menyampaikan rasa syukur atas tingginya antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, dzikir bersama digelar sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memanjatkan doa bagi Kabupaten Bandung.

“Dzikir bersama ini kami gelar sebagai wujud syukur, mempererat silaturahmi, dan mendoakan keselamatan, ketentraman serta keberkahan untuk Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Dalam tausiahnya, KH Rahmat Mubarok mengajak jamaah untuk memperbanyak dzikir, sholawat, dan amal ibadah sebagai penguatan spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Sementara itu, KH Ibnu Arhoillah Yusup menekankan pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah. Ia juga menyoroti peran pesantren dalam membangun karakter dan moral generasi bangsa.

Camat Majalaya yang hadir mewakili pemerintah kecamatan turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Dzikir Bersama memiliki nilai positif dalam memperkuat kerukunan, silaturahmi, serta nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan berlangsung khusyuk dengan dzikir, sholawat, dan doa bersama. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah antara ulama, tokoh masyarakat, pemerintah kecamatan, dan para jamaah.

  • Penulis: Ibrahim Karim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less